JAKARTA – Puluhan pemuda yang tergabung dalam Gerakan Anak Muda Indonesia menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (19/1). Massa menuntut lembaga antirasuah tersebut untuk turun tangan mengusut tuntas skandal dugaan “dana siluman” yang saat ini tengah membelit Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dalam orasinya, massa mendesak KPK segera memanggil dan memeriksa Ketua DPRD Provinsi NTB serta Gubernur NTB terkait aliran dana yang dinilai tidak transparan dan berpotensi merugikan negara dalam jumlah besar.
Desak Supervisi dan Pemanggilan Saksi Kunci
Koordinator aksi menyatakan bahwa langkah ini diambil menyusul penetapan tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB dalam kasus tersebut. Namun, para pemuda menilai pengusutan di tingkat daerah masih menyisakan “posisi aman” bagi para pengambil kebijakan tertinggi di NTB.
“Kami datang ke KPK karena kami percaya kasus ini tidak boleh berhenti di tingkat teknis saja. Ada aktor intelektual di balik munculnya dana siluman ini. Kami mendesak KPK segera memanggil Ketua DPRD dan Gubernur NTB untuk memberikan keterangan yang terang benderang,” ujar salah satu orator di atas mobil komando.
Kami meminta KPK agar KPK segera memanggil Ketua DPRD Provinsi dan Gubernur NTB, dan kami akan lanjut aksi hari kamis lagi ke gedung KPK. Tutup koordinator aksi





