Mataram — Di tengah tantangan polarisasi dan fragmentasi sosial, mahasiswa Mataram menunjukkan arah berbeda. KAMMI PD Mataram dan KMHDI Kota Mataram menegaskan komitmen kolaboratif sebagai wujud nyata toleransi aktif dan kepemimpinan lintas iman yang progresif.
Ketua PD KAMMI Mataram M.kharizma prasetya.S.p dalam pernyataannya menegaskan:
“Keberagaman bukan ancaman bagi persatuan. Yang menjadi ancaman adalah ketidakmauan untuk saling memahami. KAMMI dan KMHDI hari ini membuktikan bahwa toleransi tidak cukup hanya dibicarakan — ia harus diperjuangkan, dirawat, dan diwujudkan dalam kerja-kerja konkret.”
Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa harus keluar dari zona nyaman diskursus, menuju zona aksi yang berdampak.
“Kita tidak ingin hanya dikenal sebagai generasi yang pandai berdebat di ruang seminar, tetapi generasi yang berani membangun jembatan di tengah perbedaan.”
Sementara itu, Ketua KMHDI Kota Mataram menyampaikan pesan visioner:
“Toleransi bukan berarti mengaburkan identitas. Justru dengan identitas yang kuat, kita bisa berdiri sejajar dan bekerja bersama. Kolaborasi ini adalah bukti bahwa iman dan kebangsaan dapat berjalan seiring dalam semangat pengabdian.”
Kolaborasi KAMMI–KMHDI menjadi pesan kuat bahwa mahasiswa adalah penjaga moral bangsa sekaligus penggerak perubahan sosial. Di tengah arus informasi yang sering memecah belah, mahasiswa Mataram memilih untuk menghadirkan narasi pemersatu.
Gerakan bersama ini akan diwujudkan dalam forum dialog kebangsaan, aksi sosial kemasyarakatan, serta penguatan literasi toleransi di kalangan generasi muda. Keduanya bersepakat bahwa Mataram membutuhkan lebih banyak ruang kolaborasi, bukan kompetisi yang destruktif.
Momentum ini sekaligus menjadi peringatan:
Jika mahasiswa berhenti merawat toleransi, maka ruang publik akan diisi oleh suara-suara ekstrem.
Namun jika mahasiswa bersatu, maka masa depan Indonesia akan dipimpin oleh generasi yang matang secara spiritual, kuat secara intelektual, dan dewasa dalam perbedaan.
Bersatu dalam keberagaman bukan slogan.
Ia adalah pilihan sadar.
Dan hari ini, pilihan itu ditegaskan oleh KAMMI dan KMHDI di Kota Mataram.





