Sumbawa, 16 Juni 2026 – Ketua BPD Desa Lantung (PEDESA), Ketua DPC Garda Satu Kabupaten Sumbawa, dan Ketua DPAC Garda Satu Kecamatan Lantung menyampaikan sikap tegas terkait rencana kunjungan delegasi Pemerintah Amerika Serikat melalui program Ambassadors Water Expert Program (AWEP) ke wilayah Kecamatan Lantung.
Mereka mempertanyakan urgensi dan manfaat kunjungan tersebut di tengah belum terselesaikannya berbagai persoalan lingkungan yang selama ini menjadi perhatian dan keresahan masyarakat. Hingga saat ini, masyarakat masih menunggu langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa maupun Aparat Penegak Hukum dalam menindaklanjuti berbagai persoalan yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan dan dampaknya terhadap lingkungan.
“Kami menilai kunjungan tersebut menjadi kurang relevan apabila pemerintah belum mampu menunjukkan hasil konkret dari berbagai rapat koordinasi dan arahan yang selama ini telah disampaikan terkait penanganan persoalan lingkungan di Kecamatan Lantung. Masyarakat membutuhkan bukti nyata, bukan sekadar wacana,” tegas Asep Muslimin, Ketua BPD Desa Lantung.
Menurut mereka, perhatian dari pihak internasional tentu dapat diapresiasi sebagai bagian dari kerja sama dan pertukaran pengetahuan. Namun, hal tersebut tidak boleh menggeser fokus utama pemerintah untuk menyelesaikan persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat.
Masyarakat mempertanyakan mengapa pihak luar dapat dengan cepat diberikan akses untuk melihat dan mengkaji kondisi Lantung, sementara berbagai persoalan yang telah lama dikeluhkan warga belum memperoleh penyelesaian yang jelas. Kondisi ini dikhawatirkan menimbulkan persepsi bahwa pemerintah lebih sibuk menunjukkan persoalan Lantung kepada dunia internasional daripada menyelesaikannya untuk masyarakat Lantung sendiri.
“Kami tidak menolak penelitian, kajian ilmiah, maupun kerja sama internasional. Namun kajian tidak boleh menjadi pengganti tindakan nyata. Masyarakat hari ini membutuhkan solusi konkret, perlindungan lingkungan, dan kepastian hukum,” ujar M. Jabar, Ketua DPC Garda Satu Kabupaten Sumbawa.
Senada dengan itu, Aziz Muslimin selaku Ketua DPAC Garda Satu Kecamatan Lantung menegaskan bahwa penyelamatan lingkungan dan kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama dibandingkan agenda-agenda yang bersifat seremonial.
Sikap dan Tuntutan
1. Mempertanyakan urgensi dan manfaat kunjungan AWEP di tengah belum tuntasnya persoalan lingkungan di Kecamatan Lantung.
2. Mendesak Pemerintah Kabupaten Sumbawa menjelaskan secara terbuka tujuan, agenda, dan hasil yang ingin dicapai dari kunjungan tersebut.
3. Mendesak Aparat Penegak Hukum, khususnya Polres Sumbawa, untuk menunjukkan langkah nyata dalam menyikapi berbagai persoalan pertambangan yang menjadi perhatian masyarakat.
4. Menegaskan bahwa kepentingan masyarakat dan penyelamatan lingkungan harus menjadi prioritas utama dibanding agenda seremonial dan pencitraan.
5. Menyatakan penolakan terhadap agenda yang tidak memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan tidak menjawab persoalan mendasar yang sedang terjadi.
Mereka menegaskan bahwa masyarakat Lantung saat ini tidak membutuhkan tambahan janji maupun seremoni. Yang dibutuhkan adalah tindakan nyata, solusi konkret, dan keberpihakan pemerintah terhadap kepentingan rakyat serta kelestarian lingkungan.
“Lantung tidak kekurangan kajian. Lantung membutuhkan tindakan. Lantung tidak membutuhkan seremoni. Lantung membutuhkan solusi. Rakyat tidak membutuhkan janji. Rakyat membutuhkan bukti,” tutupnya.





