Asogi Akbar: Kenaikan Fantastis, Diibaratkan ‘Perampokan Berjemaah’

Screenshot

Jakarta, Ketua Gerakan Anak Muda Indonesia (GAMI), Asogi Akbar melontarkan kecaman keras atas kebijakan anggaran ini. Asogi menilai lonjakan dana reses yang hampir dua kali lipat tersebut sangat mengejutkan dan tidak memiliki dasar akuntabilitas yang jelas.

Dalam keterangannya, Asogi Akbar mempertanyakan urgensi kenaikan tersebut di tengah tuntutan efisiensi anggaran negara.

“Peningkatan nilai tunjangan reses anggota DPR hingga nyaris 100 persen dari periode sebelumnya ini bak petir di siang bolong. Itu bukan saja mengejutkan, tetapi juga tidak transparan penggunaannya,” ujar Asogi Akbar.

Lebih lanjut, Asogi bahkan memberikan label keras terhadap alokasi dana reses yang fantastis ini. “Bayangkan dari Rp400 juta di periode lalu, sekarang naik ke Rp702 juta per anggota, per reses. Jika ini terjadi 4 hingga 5 kali dalam setahun, totalnya miliaran rupiah. Ini sudah seperti perampokan berjemaah terhadap uang rakyat, apalagi tanpa pertanggungjawaban yang jelas,” tegasnya.

Asogi juga menyinggung fakta bahwa kenaikan dana reses yang signifikan ini terkuak setelah DPR menyetujui pemotongan tunjangan perumahan. Menurutnya, hal ini membuat masyarakat merasa di-prank.

“Kami jadi paham mengapa anggota DPR tidak menangis kehilangan tunjangan rumah sebesar Rp50 juta. Ternyata ada ‘ganti rugi’ yang jauh lebih besar dan tersembunyi lewat dana reses ini,” sindir Asogi.

Meski demikian, Gerakan Anak Muda Indonesia tetap mendesak DPR untuk segera membuka laporan pertanggungjawaban dana reses secara rinci dan dapat diakses publik, untuk membuktikan bahwa dana sebesar Rp702 juta tersebut benar-benar digunakan untuk menyerap aspirasi rakyat secara optimal dan akuntabel.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *