Mataram, NTB — Ketua Gerakan Anak Muda Indonesia (GAMI), Asogi Akbar, hari ini menyampaikan pernyataan resmi menyusul adanya penetapan tersangka oleh aparat penegak hukum terkait isu yang tengah menjadi sorotan publik di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam pernyataannya, Asogi menekankan pentingnya transparansi serta meminta agar proses hukum berjalan tanpa tekanan politik maupun “isu siluman” yang berkembang di masyarakat. 20/11/2025
Dalam keterangan tertulisnya, Asogi Akbar menegaskan bahwa GAMI mengawal ketat berbagai dinamika yang muncul, termasuk rumor-rumor yang disebut publik sebagai “siluman” dalam proses penanganan kasus. Menurutnya, anak muda memiliki peran penting dalam memastikan proses hukum berjalan jujur dan terbuka.
“Kami tidak ingin ada ruang gelap dalam penegakan hukum. Apa pun kasusnya, masyarakat—terutama anak muda—berhak tahu prosesnya secara transparan dan tanpa intervensi,” ujar Asogi Akbar.
Asogi juga meminta agar seluruh pihak menahan diri dari spekulasi yang tidak berdasar, terutama yang dapat memicu kegaduhan publik di NTB. Ia menegaskan bahwa GAMI mendukung sepenuhnya langkah aparat penegak hukum selama dilakukan dengan profesional dan akuntabel.
“Gerakan Anak Muda Indonesia berdiri untuk mengawal integritas publik. Jika ada pihak yang mencoba memainkan opini atau menciptakan narasi ‘siluman’, kami akan menjadi barisan terdepan untuk menolaknya,” tambahnya.
Selain itu, GAMI mendorong pemerintah daerah dan institusi terkait untuk membuka komunikasi publik yang lebih jelas agar rumor tidak berkembang menjadi disinformasi.
Sejumlah kelompok mahasiswa dan komunitas pemuda di NTB juga disebut akan melakukan diskusi publik akhir pekan ini untuk membahas perkembangan kasus dan langkah advokasi yang akan dilakukan.
Asogi menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa GAMI tetap berada pada posisi kritis namun konstruktif dalam mengawal dinamika hukum dan pemerintahan, khususnya isu-isu yang berdampak pada generasi muda.





