Kendari, 29/12/2025 — KAMMI Wilayah Sulawesi Tenggara saat ini memasuki fase konsolidasi organisasi yang membutuhkan ketenangan, kedewasaan, serta kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan bersama. Dinamika yang berkembang dipahami sebagai bagian dari proses pendewasaan organisasi dalam menjawab tantangan zaman dan tanggung jawab keumatan serta kebangsaan.
Pelaksana Tugas (PLT) Ketua Umum KAMMI Wilayah Sulawesi Tenggara, Rahmad, menegaskan bahwa prioritas utama KAMMI hari ini adalah menjaga stabilitas organisasi dan memastikan roda gerakan tetap berjalan secara konstitusional, produktif, dan bermartabat.
“KAMMI tidak boleh larut dalam dinamika internal yang berlarut-larut. Tanggung jawab kita jauh lebih besar, yaitu menghadirkan kontribusi nyata bagi umat, daerah, dan bangsa,” ujar Rahmad.
Sebagai gerakan mahasiswa Islam yang memiliki sejarah panjang dalam mengawal nilai keislaman, keilmuan, dan kebangsaan, Kader KAMMI dituntut untuk senantiasa menampilkan kedewasaan politik, etika organisasi, serta komitmen kuat terhadap persatuan. Setiap perbedaan pandangan harus dikelola secara beradab melalui mekanisme organisasi yang berorientasi pada solusi.
Ke depan, KAMMI Sulawesi Tenggara akan memfokuskan langkah pada penguatan konsolidasi kader, akselerasi agenda kaderisasi, serta menjaga kesinambungan kepemimpinan organisasi. Energi kader diarahkan pada kerja-kerja strategis mahasiswa, seperti advokasi kebijakan publik, penguatan kapasitas intelektual, dan pengabdian sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Rahmad juga mengajak seluruh kader KAMMI Sulawesi Tenggara untuk menjaga etika komunikasi dan menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
“KAMMI akan selalu besar ketika kadernya mampu menahan diri, berpikir jangka panjang, dan menjaga marwah organisasi,” tambahnya.
Dengan semangat kebersamaan serta arahan Pengurus Pusat, KAMMI Sulawesi Tenggara optimistis dapat terus melangkah secara solid, inklusif, dan progresif, serta tetap menjadi kekuatan moral dan intelektual mahasiswa dalam mengawal masa depan Indonesia.
“KAMMI bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang arah perjuangan jangka panjang untuk bangsa dan negara,” tutup Rahmad.





