Soroti Pengawasan Keselamatan Kerja PLN yang Dinilai Masih Lemah

Mataram, Ramdani Naufal sebagai Pimpinan Energi Rakyat Nusa Tenggara Barat (ERA NTB) baru-baru ini menyampaikan kritik tajam terhadap PLN terkait pengawasan keselamatan kerja yang dinilai masih lemah. Menurutnya, insiden kecelakaan kerja yang melibatkan petugas PLN masih sering terjadi, menunjukkan adanya masalah serius dalam sistem pengawasan dan penerapan standar keselamatan.

“Kami melihat bahwa PLN perlu meningkatkan perhatian terhadap keselamatan kerja. Kecelakaan kerja yang terus berulang adalah indikasi bahwa ada yang salah dalam pengawasan dan implementasi prosedur keselamatan,” ujar Pimpinan ERA NTB itu dalam pernyataannya.

Dani menyoroti beberapa aspek yang perlu diperbaiki, antara lain:

1. Pelatihan dan Sertifikasi: Memastikan semua petugas lapangan memiliki pelatihan yang memadai dan sertifikasi yang relevan sebelum terjun ke lapangan.
2. Peralatan Keselamatan: Menyediakan peralatan keselamatan yang lengkap dan berkualitas, serta memastikan penggunaannya secara konsisten.
3. Pengawasan Rutin: Melakukan pengawasan rutin dan inspeksi mendadak untuk memastikan prosedur keselamatan dipatuhi.
4. Evaluasi Pasca-Insiden: Melakukan evaluasi mendalam setiap kali terjadi insiden kecelakaan kerja untuk mengidentifikasi akar masalah dan mencegah terulangnya kejadian serupa.

“PLN harus lebih serius dalam menerapkan standar keselamatan kerja. Jangan sampai keselamatan petugas dikorbankan demi efisiensi atau target pekerjaan,” tegas Pimpinan ERA NTB.

Dani juga mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk melakukan audit independen terhadap sistem keselamatan kerja PLN. “Audit independen akan memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai kondisi di lapangan dan rekomendasi perbaikan yang diperlukan,” tambahnya.

Dengan adanya perhatian yang lebih serius terhadap keselamatan kerja, diharapkan PLN dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan melindungi para petugas dari risiko kecelakaan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *