Mataram — Di tengah derasnya arus informasi digital yang semakin kompleks, KAMMI PD Mataram melakukan silaturahmi dan audiensi strategis dengan KPID NTB sebagai langkah konkret dalam memperkuat peran mahasiswa dalam mengawal ekosistem media yang sehat dan bertanggung jawab.
Ketua Umum KAMMI PD Mataram, M. Kharizma Prasetya, dalam pernyataannya menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh pasif di tengah derasnya perkembangan media digital.
“Era digital hari ini bukan hanya soal kecepatan informasi, tetapi juga tentang kualitas dan tanggung jawab. Mahasiswa harus hadir sebagai penjaga nalar publik, bukan sekadar konsumen informasi. Jika ruang digital dibiarkan tanpa kontrol moral dan intelektual, maka yang lahir adalah disinformasi dan degradasi kualitas berpikir masyarakat.”
*Kharizna* juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan KPID NTB merupakan langkah strategis agar gerakan mahasiswa dapat masuk ke ruang-ruang pengawasan media secara lebih sistematis.
“Kami melihat KPID bukan hanya sebagai lembaga pengawas, tetapi sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem media yang sehat. KAMMI siap berkontribusi dalam penguatan literasi digital, edukasi publik, serta menjadi bagian dari kontrol sosial terhadap konten media yang tidak mendidik.”
Lebih lanjut, kharizma menekankan bahwa mahasiswa harus bertransformasi dari sekadar gerakan jalanan menjadi kekuatan intelektual yang mampu mempengaruhi arah kebijakan dan ruang publik digital.
“Mahasiswa hari ini harus naik kelas. Bukan hanya reaktif terhadap isu, tetapi mampu mengelola wacana. Kita ingin mahasiswa menjadi aktor yang mampu mengarahkan opini publik ke arah yang konstruktif dan berkeadaban.”
Sementara itu, Auliya Rachman Chavez, S.H. menyambut baik inisiatif KAMMI PD Mataram dalam membangun kolaborasi dengan KPID NTB.
“Kami melihat keterlibatan mahasiswa sebagai hal yang sangat penting dalam pengawasan media, khususnya di era digital saat ini. Tantangan penyiaran dan konten digital tidak bisa hanya diselesaikan oleh lembaga formal, tetapi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, termasuk mahasiswa.”
Ia juga menegaskan bahwa literasi media menjadi kunci utama dalam menghadapi maraknya konten yang tidak berkualitas.
“Hari ini persoalannya bukan hanya pada produksi konten, tetapi juga pada kemampuan masyarakat dalam memilah informasi. Di sinilah peran mahasiswa sangat strategis sebagai agen edukasi dan penyambung literasi di tengah masyarakat.”
Selain itu, ia membuka peluang kolaborasi berkelanjutan antara KPID NTB dan KAMMI dalam berbagai program edukasi dan pengawasan media.
“Kami terbuka untuk kerja sama ke depan, baik dalam bentuk sosialisasi, diskusi publik, maupun gerakan literasi media. Harapannya, kolaborasi ini tidak berhenti pada audiensi, tetapi berlanjut menjadi program nyata yang berdampak.”
Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara mahasiswa dan lembaga pengawas media dalam menjaga kualitas informasi publik. KAMMI PD Mataram menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari gerakan intelektual yang tidak hanya kritis, tetapi juga solutif dalam menjawab tantangan zaman.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan lahir ruang digital yang lebih sehat, edukatif, dan berintegritas, serta memperkuat posisi mahasiswa sebagai agen perubahan di era digital.





