Lombok Tengah — Kondisi jembatan penghubung di Dusun Orok-Orok, Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur yang ambruk akibat bencana banjir pada awal tahun 2025 hingga kini belum juga diperbaiki, menuai sorotan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Ketua KASTA NTB DPC Praya Timur.
Ketua KASTA NTB DPC Praya Timur Supardin menyampaikan, keprihatinannya terhadap lambannya respons pemerintah daerah dalam menangani kerusakan infrastruktur yang dinilai sangat vital bagi masyarakat setempat. Jembatan tersebut merupakan akses utama warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk bagi para siswa yang menggunakannya sebagai jalur tercepat menuju sekolah.
“Kerusakan jembatan ini sangat berdampak terhadap mobilitas masyarakat. Warga terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan tidak efisien. Bahkan anak-anak sekolah pun ikut terdampak karena ini merupakan satu-satunya akses paling mudah bagi mereka,” ujar Supardin.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah, khususnya melalui Dinas PUPR Kabupaten Lombok Tengah, perlu segera mengambil langkah konkret. Menurutnya, perbaikan jembatan harus menjadi prioritas dalam program pembangunan tahun 2026.
“Kami mendesak Pemkab Lombok Tengah melalui Dinas PUPR agar memastikan perbaikan jembatan ini terealisasi pada tahun 2026. Ini menyangkut kepentingan publik dan tidak bisa terus dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya.
Masyarakat setempat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah agar akses vital tersebut dapat segera difungsikan kembali demi kelancaran aktivitas ekonomi, sosial, dan pendidikan warga.





