MEDAN 19 April 2026— Ketua PW KAMMI Sumatera Utara, Irham Sadani Rambe, menyampaikan kronologi terkait kisruh yang terjadi dalam kegiatan Halal Bihalal Keluarga Alumni KAMMI Sumut pada Minggu, 19 April 2026.
Pada hari Minggu, 19 April 2026 sekitar pukul 10.00 WIB, telah berlangsung kegiatan Halal Bihalal Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA KAMMI) Sumatera Utara.
Dua hari sebelum acara, tepatnya Jumat, 17 April 2026 pukul 19.30 WIB, Ketua KA KAMMI Sumut, Saudara Abdul Rahim Siregar, bertemu dengan Ketua PW KAMMI Sumut, Irham Sadani Rambe, di Mie Ayam H. Mahmud, Jalan Abdullah Lubis. Pertemuan tersebut bertujuan untuk mengklarifikasi bahwa tidak akan ada agenda pelantikan yang mengatasnamakan PW KAMMI Sumut sebagai penumpang gelap dalam kegiatan Halal Bihalal dan Pelantikan KA KAMMI Sumut yang dilaksanakan pada 19 April 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Abdul Rahim Siregar juga menyampaikan permohonan maaf atas beredarnya flyer di media sosial dan grup KAMMI Sumut yang mencantumkan agenda Halal Bihalal sekaligus pelantikan KA KAMMI Sumut dan menyelipkan Pelantikan PW KAMMI Sumut. Saudara Bapak Abdul Rahim Siregar juga berkomitmen untuk tidak menimbulkan perpecahan di tubuh KAMMI Sumatera Utara, serta berjanji akan merangkul seluruh alumni dan kader demi menjaga persatuan organisasi, sekaligus mendorong penyelesaian konflik di tingkat pusat.
Beberapa poin kesepakatan yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut antara lain:
– Kader KAMMI diperbolehkan hadir untuk meramaikan kegiatan karena merupakan agenda alumni.
– Tidak mengundang Irham Sadani Rambe dan Hasan Basri guna meminimalisir potensi kericuhan.
– Tidak menghadirkan pengurus pusat dalam kegiatan tersebut.
Namun dalam pelaksanaannya, kesepakatan tersebut dinilai tidak dijalankan. Kehadiran pihak-pihak penumpang gelap yang mengatasnamakan PW KAMMI Sumut dan Pengurus Pusat memicu protes dari anggota KAMMI di lokasi acara.
KRONOLOGI KERICUHAN
Kericuhan bermula ketika Saudara Irwandi dari Pengurus Wilayah KAMMI Sumut maju untuk mempertanyakan kepada Ketua KA KAMMI Sumut terkait kehadiran Nazmul Watan dan Hasan Basri di dalam aula acara. Karena tidak mendapatkan jawaban yang jelas, Irwandi kemudian meminta agar Nazmul Watan meninggalkan ruangan.
Situasi kemudian memanas dan terjadi aksi tarik-menarik serta dorong-mendorong di antara tamu undangan.
Anugrah Roby dan beberapa alumni KAMMI memanggil Satpol PP untuk mengamankan dan bahkan diduga memprovokasi beberapa orang untuk memukuli Adik Adik KAMMI yang memprotes kehadiran Nazmul dan kehadiran Penumpang Gelap mengatasnamakan PW KAMMI Sumut yang berujung pada tindakan kekerasan terhadap beberapa kader yang menyampaikan protes.
Kericuhan berlanjut dengan adanya insiden pemukulan. Saudara Akhmad Khairul Umam (panitia acara) memukul saudara Alwi di bagian pelipis. Melihat kejadian tersebut, Saudara Muslimin secara spontan membalas, yang mengakibatkan Akhmad Khairul Umam terjatuh dan terbentur dinding yang karena itu kemudian kepalanya Bocor.
Selanjutnya, Saudara Muslimin mengalami pengeroyokan oleh sejumlah Alumni KAMMI hingga akhirnya diamankan oleh Satpol PP untuk dikeluarkan dari lokasi.
Saudara Muslimin banyak mengalami keroyokan dan pukulan oleh Alumni Alumni KAMMI pada acara itu ketika satpol mengamankan Saudara Muslimin untuk keluar dari Aula.
Saat pengamanan oleh satpol PP di dalam ruangan transliit kantor Gubernur Sumut salah satu anggota KAMMI di Tampar oleh Abdul Rahim Siregar selaku Ketua KA KAMMI Sumut yang menjuga merupakan anggota DPRD Sumut bahkan ada yg diduga Provokator yang mengancam anggota KAMMI untuk di Suntik Anistesi.
Penegasan Sikap
Kami menegaskan bahwa kericuhan ini bukanlah sesuatu yang diinginkan. Kami mengutuk segala bentuk kekerasan dalam aktivitas organisasi dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan serta etika berorganisasi.
Perlu diluruskan bahwa insiden ini terjadi akibat tidak dijalankannya kesepakatan yang telah dibangun sebelumnya. Selain itu, kader yang hadir pada awalnya menyampaikan protes secara baik, namun justru mendapat tindakan kekerasan terlebih dahulu sehingga memicu bentrokan.
Irham menjelaskan dalam peristiwa tersebut, tercatat enam (6) orang anggotanya menjadi korban pemukulan hingga Lebam dikepala, badan hingga kami, sementara dari kubu sebelah lainnya satu orang mengalami luka Bocor diduga terbentur dinding.
Irham menyampaikan bahwa jumlah kader yang hadir hanya sekitar 10 orang, beredar opini sesat yang diisukan kawan kawan melakukan penyerangan dengan orang yg di dalam Aula Ratusan orang dan Penjaga keamanan ratusan orang.
Kami sangat menyesalkan bahwa kegiatan Halal Bihalal yang seharusnya menjadi momentum mempererat ukhuwah justru mau dibungkus dengan Perpecahan Organisasi
Sebagai Ketua PW KAMMI Sumatera Utara, Irham mengimbau seluruh kader KAMMI di Sumatera Utara agar tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Saya mengajak seluruh kader untuk tetap tenang, menjaga persaudaraan, dan tidak terjebak dalam opini maupun fitnah yang dapat merusak organisasi,” tutupnya.





