Jakarta – Wakil Ketua Umum PP KAMMI, Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Herianto, menyatakan dukungannya terhadap langkah Badan Pengawas Obat dan Makanan dalam memperkuat pengawasan dan distribusi obat-obatan melalui program Koperasi Desa Merah Putih. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi langkah strategis untuk mempermudah akses masyarakat desa terhadap obat yang aman, berkualitas, dan terjangkau, Senin, 25/05/2026.
Herianto menilai kehadiran apotek desa dalam jaringan Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi solusi nyata bagi masyarakat di pelosok yang selama ini masih kesulitan mendapatkan layanan kefarmasian dan obat-obatan secara cepat. Ia mendukung penuh langkah BPOM yang telah menerbitkan panduan pengelolaan obat di apotek desa guna memastikan standar keamanan dan mutu tetap terjaga.
“Kami melihat langkah BPOM ini sangat positif karena negara hadir lebih dekat dengan masyarakat desa. Akses obat tidak boleh hanya terpusat di kota-kota besar. Masyarakat desa juga berhak mendapatkan layanan kesehatan dan obat yang aman dengan mudah,” ujar Herianto.
Ia juga mengapresiasi komitmen BPOM dalam menyiapkan regulasi serta pengawasan terhadap pengelolaan apotek desa di Koperasi Merah Putih. Menurutnya, pengawasan yang kuat sangat penting agar distribusi obat tetap sesuai aturan dan tidak disalahgunakan.
Herianto berharap program ini tidak hanya memperluas akses kesehatan masyarakat desa, tetapi juga mampu mendorong pemberdayaan ekonomi lokal melalui koperasi. Dengan hadirnya apotek desa, masyarakat tidak lagi harus menempuh jarak jauh hanya untuk mendapatkan obat atau layanan kesehatan dasar.
“Kami mendukung sinergi BPOM, pemerintah, dan koperasi desa agar pelayanan kesehatan di tingkat desa semakin baik. Ini bagian dari upaya menghadirkan keadilan akses kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutupnya.





