Ambon – Menyikapi adanya gerakan penolakan terhadap pelaksanaan Muktamar KAMMI di Ambon, Wakil Ketua Umum PP KAMMI, Herianto, mengajak seluruh kader untuk menyikapi perbedaan dengan kedewasaan serta tetap menjaga semangat persaudaraan dalam organisasi.
Menurut Herianto, kondisi yang terjadi saat ini merupakan konsekuensi dari adanya perbedaan arah dan kepemimpinan di tingkat pusat. Karena itu, tidak ada alasan bagi pihak mana pun untuk saling mengganggu kegiatan organisasi yang diselenggarakan masing-masing pihak.
“Ini kan sudah berbeda. Jadi untuk apa harus ada yang saling tolak-menolak atau mengganggu. Di pusat sudah berbeda, tinggal memilih mengikuti yang mana. Yang penting tetap menjaga etika dan persaudaraan, serta menjaga kedamaian di Daerah Maluku” ujar Herianto, Kamis, 18 Juni 2026.
Ia mencontohkan pelaksanaan Rapimnas II KAMMI di Pandeglang, Banten, yang baru saja berakhir pada 16 Juni 2026 lalu dan berlangsung dengan aman serta tanpa gangguan dari kelompok mana pun.
“Di tim kami, tidak pernah mengganggu kegiatan mereka. Salah satunya saat Rapimnas II di Banten yang selesai pada 16 Juni kemarin. Karena itu kami berharap semua pihak juga dapat saling menghargai dan saling menghormati,” katanya.
Herianto juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba menunggangi situasi atau memperkeruh suasana di tengah dinamika yang sedang berlangsung.
“Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan kondisi ini untuk kepentingan tertentu. KAMMI adalah rumah bersama yang harus dijaga dengan kedewasaan, bukan dipertentangkan secara berlebihan,” tegas Heri.
Terkait berbagai perdebatan mengenai legalitas dan klaim organisasi yang berkembang, Herianto menilai persoalan tersebut sebaiknya diselesaikan melalui jalur hukum yang tersedia, dan itu Ranahnya di Pengurus Pusat bukan Pengurus Daerah Maluku.
“Kalau berbicara soal legal atau tidak legal, biarkan itu diuji melalui mekanisme hukum yang berlaku, melalui perdata, dan itu ranahnya Pengurus pusat bukan pengurus daerah Maluku. Jangan sampai perbedaan pandangan diselesaikan dengan cara-cara yang justru merugikan organisasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Herianto menegaskan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan apabila kelompok lain di lingkungan KAMMI ingin menyelenggarakan kegiatan serupa di Ambon.
“Kalau teman-teman di pihak sebelah ingin mengadakan muktamar di Ambon, silakan saja. Bahkan kami siap mendukung. Yang penting tetap menjaga persaudaraan,” kata Herianto.
Menurutnya, pelaksanaan Muktamar KAMMI di Ambon juga akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kehadiran peserta dari berbagai daerah tentu akan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat. Hotel, transportasi, kuliner, hingga UMKM lokal akan merasakan manfaat dari kegiatan ini. Karena itu mari kita sukseskan bersama demi memberikan dampak positif bagi daerah,” jelas Herianto.
Ia pun mengajak seluruh peserta yang hadir untuk menikmati keindahan Ambon dan berbagai potensi wisata yang dimiliki Maluku.
“Ambon memiliki keindahan alam yang luar biasa, wisata yang menarik, serta kuliner khas yang sangat terkenal. Muktamar ini bukan hanya forum organisasi, tetapi juga menjadi momentum memperkenalkan potensi Maluku kepada kader dari seluruh Indonesia,” tutup Herianto.





