Mahasiswa Desak Transparansi Kasus Andrie Yunus, Singgung Dugaan Aktor Intelektual

Foto/Ist

Lojik.id, Jakarta – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas BEM Jakarta Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Besar TNI, Jumat (27/3). Aksi tersebut digelar untuk menyoroti penanganan kasus penyerangan air keras terhadap aktivis Andrie Yunus.

Koordinator Lapangan aksi, Rizky, menilai peristiwa yang menimpa Andrie Yunus merupakan tindak pidana serius yang terjadi di ruang sipil. Oleh karena itu, ia menegaskan tidak ada dasar hukum untuk membawa kasus tersebut ke dalam yurisdiksi peradilan militer.

“Kasus ini terjadi di ruang sipil, sehingga seharusnya diproses melalui peradilan umum secara terbuka dan akuntabel,” ujar Rizky dalam orasinya.

Selain itu, mahasiswa juga mempertanyakan kewenangan TNI dalam melakukan penangkapan terhadap empat pelaku penyerangan. Mereka meminta adanya penjelasan terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah publik.

Mahasiswa menduga terdapat kemungkinan adanya aktor intelektual di balik peristiwa tersebut yang belum terungkap. Karena itu, mereka mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas hingga ke dalang utama.

Dalam aksinya, Solidaritas BEM Jakarta Raya menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya pengusutan menyeluruh terhadap kasus penyerangan, transparansi dalam proses hukum, serta penanganan perkara melalui peradilan umum.

Mereka juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap aktivis dan kebebasan sipil sebagai bagian dari prinsip negara hukum. Menurut mereka, kekerasan terhadap aktivis merupakan ancaman terhadap demokrasi yang tidak boleh dibiarkan.

Aksi yang diikuti sekitar 100 mahasiswa tersebut berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan tertib. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak TNI terkait tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *